Latest News

Tampilkan postingan dengan label Jelajah Gelut. Tampilkan semua postingan



Bayangkan Anda berada dalam sebuah taman luas, yang berisi banyak tanaman beraneka warna yang jarang ditemui. Eits, tapi jangan sembarangan memegang, bisa jadi semua tanaman ini beracun.
Taman Beracun Alnwinck adalah sebuah taman tak biasa yang ada di Inggris. Taman ini menyimpan banyak tanaman unik, namun berbahaya. Ya, hampir seluruh tanaman di taman ini mengeluarkan racun yang berbahaya.

Penasaran? Langsung saja datang ke Kastil Alnwick di Northumberland, Inggris. Tapi tunggu dulu, karena kastil ini dimiliki oleh salah seorang bangsawan Inggris, jadi wisatawan tidak bisa berkunjung sembarangan. Turis yang ingin datang harus membuat perjanjian terlebih dahulu di website resmi Taman Beracun Alnwick. Nantinya, pengunjung diminta memasukkan tanggal kunjungan untuk selanjutnya di proses perizinannya, seperti yang ditulis situs resmi Taman Alnwick.

Seolah ingin menunjukkan betapa mematikannya taman ini, nuansa horor tak hanya menyelimuti bagian dalam taman, tetapi juga situs resminya. Tulisan “Are you ready to enter The Poison Garden?” menyambut setiap tamu yang berkunjung ke website Taman Alnwick. Anda pun diminta mengklik “Yes start my deadly adventure” atau “Ya mulai petualangan mematikan saya”.

Setelah berhasil mendapat tiket masuk, kini saatnya memulai petualangan mematikan Anda yang sesungguhya. Setiap pengunjung yang datang langsung dihadapkan dengan sebuah gerbang raksasa yang dihias dengan lambang tengkorak, lengkap dengan tulisan “The Poison Garden”.

Turis pun langsung disambut oleh pemandu wisata yang ramah. Nantinya, pemandu akan mengajak Anda berkeliling, untuk mengenal taman yang dikenal beracun ini.

Masuk ke dalam taman, ratusan tanaman cantik dengan warna yang beragam langsung menyambut wisatawan yang datang. Tapi ingat, jangan sembarang memegang, perhatikan papan petunjuk yang diletakkan di setiap tanaman. Jangan pernah memegang jika papan menuliskan kata-kata “Tanaman ini bisa membunuh Anda”.

Benar sekali, Taman Beracun Alnwick memang menyimpan ratusan tanaman yang beracun, bahkan mematikan. Betapa tidak? Taman ini memiliki koleksi sekitar 100 jenis tanaman narkotika ilegal, seperti bunga poppy.

Ngeri? Mungkin itu yang muncul di benak setiap pengunjung. Tapi tidak perlu kuatir, karena untuk tanaman khusus yang dianggap sangat beracun dipagari. Ini untuk menghindari turis keracunan zat berbahaya.
Ternyata, Taman Beracun Alnwick tidak hanya memamerkan aneka tanaman berbahaya, tetapi juga memberikan edukasi untuk pengunjungnya. Pemandu yang menemani turis, tidak hanya memberika informasi mengenai taman, tetapi juga cara pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Ada satu hal yang harus Anda ketahui sebelum berkunjung ke taman mematikan ini. Jangan pernah menyentuh, mengendus atau bahkan memotong tanaman, karena Anda tidak pernah tahu, seberapa mematikan tanaman di depan Anda.

http://www.didunia.net/

Sumber : terselubung.com



Waktu sudah beranjak malam, selepas dari rumah seorang yang di tuakan di Desa Besowo dan berbekal informasi sekedarnya, bertiga kami meluncur ke arah barat desa menuju hutan kalang. Sebuah hutan yang dalam mitosnya adalah tempat habitat makhluk yang bernama genderuwo. Kawasan hutan Kalang yang masuk KPH Kebonharjo adalah hutan paling angker di kawasan Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hutan jati yang masuk wilayah Desa Besowo ini jarang di jamah manusia. Kalaupun ada manusia yang nekad, dipercaya akan bernasib tragis. Karenanya ada mitos, jalma mara jalma mati (siapa yang datang akan mati) tetap dipegang teguh oleh sebagian besar masyarakat Desa Besowo dan sekitarnya.

Sama sekali, bukan bermaksud takabur atau bagimana, rasa penasaran ini sebenarnya bukan datang dari saya pribadi. Tapi dari seorang rekan yang penasaran terhadap sosok genderuwo ini dan ingin mengetahu secara nyata dan bukan dongeng atau cerita yang dia dengar saja. Kenapa kami memilih daerah ini? Ini lebih kepada mitos yang beredar di masyarakat dan kalaupun toh memang benar adanya, tempat tersebut adalah paling potensial untuk menadapatkan moment tersebut. 


dengan seorang nara sumber (dok.pri)
Tidak mudah mencapai lokasi ini, selain akses jalan yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, terlebih pada musim penghujan saat ini, selain becek juga sangat licin. Tak kurang dari 1 jam kami berjalan menuju area ini dengan diantar seorang kawan dari Jatirogo setelah sebelumnya janjian mengantarkan ke tempat ini. Kawasan tersebut tidak asing bagi dia, sudah beberapa kali dia berburu disekitar Hutan Kalang. Meski awalnya kami berniat membatalkan rencana ke Hutan Kalang ini karena medan jalan licin dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, ketika kami memasuki area hutan, entah kenapa ada semacam magnet yang membuat kami bersemangat.

Kurang lebih setengah jam dalam perjalanan, kami sempat istirahat. Sekelebat merah menyala melintas tak jauh dari tempat kami istirahat. Kelebat itu menimbulkan bunyi keretek-keretek sambil diikuti hembusan angin begitu kencang. Tertegun juga sih. Bayangan merah kurang lebih dua meteran tersebut bentuknya seperti manusia raksasa, dan kelebatannya meneyerupai bola api dan bersuara keretek-keretek tersebut melintas ke arah barat. barangkali menuju ke Hutan Kalang tersebut. Entahlah. Kami hanya melihatnya melesat perlahan dengan disertai suara kemeretek saja

Semula saya menganggap itu kemamang atau banaspati yang kata orang suka menghisap ubun-ubun manusia. Namun, kalau itu kemamang atau banaspati kok besar sekali. Kemamang atau banaspati seperti yang pernah beberapa kali saya lihat tak lebih dari sebesar bola pada umumnya. Melihat gejala kurang menyenangkan tersebut sempat juga kami mengurungkan niat. Dan kami rasa pertunjukkan tersebut sudah lebih dari pembuktian mitos keangkeran Hutan Kalang. Dan akhirnya kami sepakat untuk mengurungkan niat untuk ke lokasi. Selain cuaca yang kurang mendukung dan gerimis sudah mulai turun, jujur, melihat kelebatan bola api tadi membuat nyali 2 orang kawan menjadi ciut.

Dengan penerangan dua senter kami berjalan lambat kembali ke desa dimana kendaraan kami titipkan di rumah penduduk. Meski berusaha bergegas, karena hujan sudah mulai turun tetap saja lambat karena jalan setapak yang kami lalui sangat licin barangkali karena hujan mengguyur beberapa kali di kawasan ini. Mendadak hujan seakan langsung ditumpahkan oleh mendung membuat kami sedikit berlari mencari-cari tempat agak rindang untuk sekedar berteduh dan menyelamatkan barang elekktronik yakni HP dan kamera poket dari guyuran hujan yang tiba-tiba. Sambil setengah berlari kami ‘nyenter’ kesana kemari sambil berharap ada pohon jati yang sedikit rindang untuk berteduh. Dan akhirnya sedikit masuk kedalam dari jalan setapak ada Gubug penduduk sekitar yang memanfaatkan area kawasan hutan milik perhutani sebagai ladang atau persil orang sekitar menyebutnya. 

sudut pohon yang dikeramatkan warga (dok.pri)
Tak berapa lama kemudian kami sedikit lega, karena hujan sedikit mereda sudah tidak disertai angin lagi. Tapi masih bisa membuat basah kuyub untuk menerobosnya. Dan juga sama sekali saat berteduh ini kami membicarakan fenomena kelebatan merah beberapa saat yang lalu kami temui. Barangkali kalah oleh naluri menyelamatkan barang yang ada nilai ekonomisnya. Manusiawi sekali!

Namun, ditengah suasana diam terpekur dan berharap hujan segera reda, seorang kawan dari Jatirogo tiba-tiba mengatakan mendengar bunyi keretek-keretek pada kami bertiga. Seperti ada yang terbakar katanya. Ini mustahil suasana hujan. Masak iya ada ranting yang terbakar. Dan benar adanya, beberapa saat kemudian kami memang ada suara demikian dari belakang gubug tempat kami berteduh. Seakan ada aba-aba kami serempak menoleh ke arah dayangnya sumber suara. Terlihat jelas, di pohon jati sekitar sepuluhan meter dari belakang gubug sosok besar yang meyerupai bentuk tubuh manusia merah menyala meski dalam hujan seakan memandangi kami.

Ditengah kekalutan seorang kawan mencoba untuk mengajak lari tapi kami tahan. Sambil masing-masing berdoa dan merapalkan kebisaannya, tak berapa lama sosok menyala itu memanjang keatas dan menimbulkan asap pada daun-daun jati sejurus kemudian melesat justru menurut saya kearah desa. Kami berpikir makhluk itu sengaja menakut-nakuti kami. Dan dia berhasil. Kami memang keki dibuatnya setelah penampakannya yang terakhir.

Melihat keadaan barusan dan sedikit menyesali kenapa ‘blakrakan’ ke tempat tersebut, meski hujan belum reda betul kami terpaksa berbasah-basah daripada di tempat yang memang sangat tidak toleran terhadap orang asing. Belum sempat kami berjalan jauh dari gubuk, seorang kawan yang sempat menangkap sosok tangan yang menjulur di cabang pohon jati. Seketika kami berhenti, dan mengarakan pandangan ke tempat dimana dia mengarahkan senternya. Tidak ada apa-apa, yang ada hanya pohon jati sebesar tiang listrik. Padahal dia yakin benar-benar melihatnya. Sudahlah, kami meng-iya-kan saja meski kami setelah disenter tidak ada apapun. 


1356808503421503218
salah satu sudut punden di desa Besowo
 Mau tak mau kami akan melewati pohon itu, baru beberapa meter kami meleawati pohon tersebut, kami dikejutkan oleh suara berisik yang berasal dari belakang kami. Meski dengan tetap berjalan cepat saya sempat menoleh, terlihat jelas pohon yang disebutkan kawan saya tadi bergoyang hebat dan seakan mau dirubuhkan. Tidak mungkin kalau itu angin, karena itu berpusat pada satu pohon itu saja.

Setelah susah payah dan basah kuyup akhirnya kami sampai juga di perkampungan, menuju tempat dimana kendaraan kami parkir dan titipkan di halaman rumah penduduk. Setelah saya melepas kaus dan jaket yang basah dan berganti sarung yang sengaja saya bawa. Sekedar untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena berkenan dititipi kendaraan, kami disuruh berhenti dulu karena sudah terlanjur dibikinkan kopi sama istrinya. Itung-itung menghargai yang punya rumah dan tidak baik juga menolak rezeki.

Justru dari bapak inilah kami mendapat informasi yang lebih tentang Hutan Kalang dan tempat-tempat lainnya sebagai tempat dimana transaksi jual beli genderuwo itu dilakukan. Kabarnya, sudah sering warga Desa Besowo yang kerasukan makhluk halus setelah pulang dari Hutan Kalang. Bahkan tidak hanya manusia saja, beberapa ternak penduduk yang digembalakan di areal hutan ini juga kerap menjadi korban. Hampir setiap tahun, pasti ada ternak piaraan warga, baik itu sapi atau kambing yang mati di dalam Hutan Kalang. Padahal di hutan ini kuat dugaan sudah tidak ada bianatang buasnya. Menurut kepercayaan penduduk, kamatian hewan-hewan itu karena dimakan oleh makhluk-makhluk gaib penghuni Hutan Kalang.

Bukan hanya itu, sudah menjadi kepercayaan masyarakat, bahwa keangkeran Hutan Kalang karena tempat ini adalah markasnya segala macam makhluk gaib, seperti; gederuwo, sundel bolong, gundul pringis, banaspati dan beberapa setan lainnya. Mendengar penuturan ini, pikiran kami kembali saat-saat menemui fenomena sosok merah menyala yang sempat kami lihat. Dan ketika kami ceritakan, bapak ini membenarkan kalau itu banaspati. Banaspati di Hutan Kalang lain katannya. Ukurannya lebih besar dari banaspati tempat lain. Entahlah, saya tidak mau mengatakan itu makhluk apa.

Sejarah Hutan Kalang sendiri adalah dulunya adalah milik Mbah Palu, seorang dukun asal Desa Besowo ini. Di tangan Mbah Palu, tanah ini seakan tidak memiliki keangkeran sama sekali. Meski menjadi gudangnya setan, Hutan Kalang tetap dibawah kekuasaan Mbah Palu. Dari sini pula mitosnya, genderuwo-genderuwo itu dapat diperintah oleh Mbah Palu. Bahkan tidak sedikit yang di jual pada orang yang membuthkannya.

Namun, setelah Mbah Palu meninggal dunia, dan tanah tersebut dijual pada Perhutani Kebonharjo, maka kemudian menjadi angker. Seolah-olah penghuninya sudah tidak dapat dikendalikan, sehingga kadangkala meminta korban. Entah itu binatang atau manusia.

Karena waktu sudah menjelang larut malam, kami berpamitan untuk pulang meski dia berusaha untuk menahan kami untuk menginap. Seorang kawan yang berasal dari Jatirogo menitipkan motor dirumah bapak tadi dan akan diambil esok harinya. Dan pulangnya menumpang kami, karena malam telah larut dan hujan masih menyisakan rinai kecil. Atau juga barangkali masih diliputi perasaan takut setelah rangkaian-rangakain kejadian yang kami alami bersama. Entahlah!

Cukup rasanya pembuktian kami meski belum seratus persen sampai ke tempat Hutan Kalang berada. Bahwa keangkeran Hutan Kalang bukan sekedar mitos atau isapan jempol semata. Masuk akal juga ketika ada salah satu stasiun televisi swasta nasional mengurungkan liputannya ke lokasi ini. Bisa jadi bukan alatnya yang tidak bisa difungsikan akan tetapi menemui kejadian-kejadian aneh dan mencekam seperti yang kami alami saat itu. Dan dari tulisan ini adalah tulisan yang terakhir dari penelusuran mitos keberadaan jual beli genderuwo di Desa Besowo ini. Sekian dan terima kasih meluangkan waktu membaca tulisan yang salah kaprah dalam kosa kata dan penuturannya.


Sumber Artikel   : kompasiana.com
Sumber Gambar : google image
Gelut.com 


Salah satu tempat bersejarah di wilayah Yogyakarta adalah kawasan Kotagede. Kotagede merupakan kawasan bersejarah, karena dulunya merupakan pusat kerajaan Mataram Islam. Berkunjung ke Kotagede Anda akan menemukan peninggalan-peninggalan sejarah seperti Masjid, benteng masa lalu, rumah tua, pemandian dan sejumlah mitos yang mengiringi tempat-tempat bersejarah tersebut. Jadi bagi Anda yang menyukai wisata sejarah, Kotagede merupakan salah satu tujuan wisata yang layak anda kunjungi.


Salah satu keunikan peninggalan sejarah di kotagede ada sebongkah batu besar yang disebut dengan Watu Gilang. Sebuah batu yang penting pada masa kepemimpinan Panembahan Senopati. Watu gilang adalah sebuah batu adhesit yang berbentuk persegi berukuran 2×2 m dengan tinggi 30 cm. Watu gilang merupakan salah satu peninggalan sejarah yang disertai dengan mitos karena merupakan singgasana panembahan senopati saat memerintah kerajaan Mataram. Pada bagian atas watu gilang terdapat pahatan tulisan dalam beberapa bahasa. Namun tulisan tersebut sudah susah dibaca karena sudah mulai terkikis. Watu Gilang didapat Panembahan Senopati dari hutan Lipuro yang saat ini dikenal dengan Bambanglipuro, Bantul.


Situs watu gilang itu kini disimpan di sebuah bangunan yang di kelilingi pohon beringin dan sebuah pohon mentaok. Ukuran bangunan 3 x 3 m di tengah-tengah peralatan yang dahulunya merupakan keraton.


Untuk melihat situs ini anda dari Pasar Kotagede menuju kearah selatan kurang lebih 1 km setelah melewati komplek Masjid Agung kotagede dan Makam raja-raja Mataram. Dan untuk mengunjugi situs ini tidak dipungut biaya.

Sumber : Google image, blog satugerai, gelut.com

Hotel apa yang tertua di dunia? Ryokan Hoshi di Onsen Awazu Komatsu, Ishikawa, Jepang. Menurut Guinness Book of World Record sudah berdiri lebih dari 1300 tahun lalu.

Kisahnya bermula di tahun 717. Seorang biksu, Taicho Daishi bermimpi bahwa ia diperintahkan dewa penjaga Gunung Hakusan untuk menemukan mata air panas di desa Awazu.

 


Kemudian sang biksu pergi ke desa tersebut bersama muridnya, Garyo Hoshi. Dengan bantuan penduduk desa mereka akhirnya berhasil menemukan lokasi mata air panas seperti terlihat dalam mimpi. Setelah ditemukan, biksu ini menyuruh penduduk desa yang sakit mandi di mata air dan konon mereka langsung sembuh.

Taicho memerintahkan muridnya membangun tempat perawatan (semacam spa) di atas lokasi mata air. Sejak itulah, sang murid Garyo Hoshi menjalankan usaha penginapan secara turun-temurun.

 


Saat ini Zengoro Hoshi, sebagai generasi ke-46 yang menjalankan bisnis hotelRyokan Hoshi. Hotel ini sudah berkembang hingga memiliki 100 kamar dan bisa menampung sekitar 450 tamu di dalamnya.

Ada beberapa hal unik di hotel tertua ini. Pertama, bangunan-bangunan yang ada di Ryokan Hoshi diberi nama sesuai musim yang berlaku di Jepang, yaitu:

Shinshun no Yakata (awal musim semi/akhir musim dingin).
Haru no Yakata (musim semi)
Natsu no Yakata (musim panas)
Aki no Yakata (musim gugur).

Kedua, tamu yang datang ke hotel akan diberikan pakaian tradisional "Yukata". Suasanya diciptakan seperti Jepang tempo dulu. Cocok bagi orang yang ingin mencari ketenangan di tempat ini.

Sumber: website something-interesting4u, Google


Bagi siapa pun yang ingin melihat dan merasakan kehidupan yang sederhana, mungkin kota kecil Giethoorn di Belanda dapat menjadi salah satu tempat yang dapat dikunjungi. Kota kecil Giethoorn tidak memiliki jalan raya, hampir seluruh kota di kelilingi oleh kanal-kanal kecil yang indah.

giethoorn netherland 11

Penduduk di kota kecil ini biasa menggunakan perahu kecil sebagai sarana transportasi atau berjalan melalui jembatan. Bagi para wisatawan yang mengunjungi tempat ini, mobil atau bus harus diparkir di luar desa.

giethoorn netherland 8

Terletak di propinsi Overijssel, kota Giethroon memiliki kanal sepanjang 6.5 km dengan rumah-rumah tradisional khas Belanda disekelilingnya. Tidaklah mengherankan apabila Giethroon telah menjadi daya tarik wisata di Belanda dengan julukan Venesia dari Belanda.

giethoorn netherland 2

Kota ini didirikan oleh sekelompok pelarian dari wilayah Mediterania sekitar tahun 1230. Giethroon menjadi terkenal pada tahun 1958 ketika dibuat film oleh Bert Haanstra dan ditayangkan dalam festival film Fanfare.

giethoorn netherland 3

giethoorn netherland 12

giethoorn netherland

giethoorn netherland 7

giethoorn netherland 4




 

Sumber gambar dan artikel : blogger, berbagai sumber, gelut.com

Sebagai toko online terbesar di dunia, Amazon membutuhkan sebuah tempat untuk menyimpan semua produk yang dijualnya. Solusinya adalah, sebuah gudang penyimpanan raksasa. Gudang penyimpanan ini memiliki ukuran yang sangat besar dengan lebih dari 100.000 meter persegi yang dioperasikan lebih dari 65.000 karyawan. Untuk mengatur semua barang di gudang tentu dibutuhkan sebuah sistem logistik. Merancang sistem logistiik dengan jumlah barang yang sangat banyak tentunya bukan perkara yang mudah. Namun, Amazon memiliki sebuah sistem yang sangat terorganisir untuk mengatur barang-barangnya di gudang yang dikenal dengan nama Chaotic Storage.


 ruangan gudang penyimpanan amazon 6

ruangan gudang penyimpanan amazon 5

Chaotic Storage merupakan sebuah sistem yang kompleks. Tidak seperti gudang penyimpanan konvensional, sistem Chaotic Storage tidak memiliki area atau ruang-ruang penyimpanan permanen. Hal ini berarti tidak ada area khusus untuk buku, atau barang elektroniik (tidak seperti tata letak toko ritel konvensional). Hal terpenting adalah sebuah penanda berupa barcode yang dapat mengaitkan dan mengintegrasikan setiap produk yang masuk di gudang.

ruangan gudang penyimpanan amazon 4

ruangan gudang penyimpanan amazon 3

Setiap rak di dalam gudang penyimpanan Amazon memiliki barcode. Setiap produk yang masuk tentunya akan membutuhkan tempat, hal ini diorganisir dengan menggunakan barcode yang dicocokan dengan tempat dimana barang tersebut akan disimpan. Hal ini memungkinkan perputaran barang akan lebih efisien dan setiap area bebas untuk diisi dengan cepat. Semua data barang yang masuk dan keluar diatur oleh sebuah file database canggih dan berkapasitas besar untuk menjaga keakuratan penghitungan pada setiap rak.

ruangan gudang penyimpanan amazon 2

ruangan gudang penyimpanan amazon

Dengan sistem ini ada beberapa keuntungan yang diperoleh. Yang pertama adalah fleksibilitas. Dengan sistem Chaotic Storage, setiap ruangan kosong dapat diisi dengan cepat tanpa membedakan jenis produk. Kedua, simplicity. Karyawan tidak perlu mempelajari dimana sebuah barang akan diletakkan. Mereka hanya perlu menemukan rak penyimpanan di dalam gudang dan karyawan tidak perlu mengklasifikasikan jenis barang. Ketiga, optimalisasi. Gudang penyimpanan Amazon harus menangani juatan perintah setiap hari. Hal ini berarti, setiap kali terdapat perintah pengiriman barang akan dapat dengan cepat dikirim.

Sebuah sistem yang tepat dan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan tentunya akan menjadi sebuah keunggulan kompetitif yang mana akan menjadikan sebuah perusahaan seperti Amazon menjadi perusahaan berdaya saing tinggi.

Sumber gambar dan artikel : ibtimes.com
1. RUMAH PONDOK INDAH


 
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
Fenomena: Penampakan hantu bpk2 dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?

Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.

Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.

Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai
bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.
 
 2. TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
 

Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri.

Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari.

Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.
Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang beli di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena
mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.
 
3. RUMAH KENTANG PRAPANCA 
 

Lokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.
Fenomena: Hantu anak kecil
Sejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang.

Apabila Anda sedang ‘mujur’ dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.

Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus, terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat. 
 
4. LINTASAN KERETA BINTARO
 

Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro.

Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.

Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam. Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel. 
 
5. JEMBATAN ANCOL
 
 
Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)

Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. 
 
Mitos ini sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam dan membayar pendayung tersebut dengan daun.
Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.

Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat. Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu,
Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar. 
 
6. KLENDER
 

Lokasi: Klender, Jak-Tim
Fenomena: Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.
Sejarah: Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa.

Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai pertokoan, pengunjung, dan para penjarah.

Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya, segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan, ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut wajahnya berubah menjadi hangus. 
 
Semenjak pertokoan in dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei. Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda.

Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.

Testimonial: Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoan
di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam. Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk;
yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.
 
Sumber Artikel  : Rioardi.blog
Sumber Gambar : Google Image
Gelut.com
Advertisement